Rabu, 19 Maret 2014

APLIKASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN LOKASI PENDIRIAN WARNET DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) (Studi Kasus : PT. Pika Media Komunika)

APLIKASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN
LOKASI PENDIRIAN WARNET DENGAN METODE
ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS
(AHP)
(Studi Kasus : PT. Pika Media Komunika)

ABSTRAK
Adanya kesulitan bagi perusahaan memiliki kesulitan
dalam menentukan lokasi yang
tepat untuk pendirian warnet yang sesuai dengan kei
nginan perusahaan agar dapat
bertahan ditengah persaingan antar warnet yang begi
tu pesat. Penentuan lokasi
pendirian warnet yang selama ini dilakukan hanya de
ngan cara konvensional atau kira-
kira saja tanpa adanya suatu metode dan penghitunga
n matematis yang pasti dan belum
terkomputerisasi. Akibatnya tidak sedikit Warnetyan
g mengalami gulung tikar. Untuk
mempermudah penentuan lokasi pendirian warnet dibut
uhkan suatu program aplikasi
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang dapat membant
u dalam mengambil keputusan
secara cepat, tepat dan akurat. Penelitian yang dil
akukan menghasilkan program
aplikasi sistem pendukung keputusan dengan mengguna
kan metode Analytical Hierarchy
Process (AHP).
Kata kunci
:
SPK, metode AHP, penentuan lokasi.
1.
PENDAHULUAN
Dengan semakin meningkatnya teknologi yang diciptak
an oleh manusia untuk
meningkatkan kemampuan dalam menjalankan pekerjaann
ya, maka manajemen
seseorang akan banyak dihadapkan pada pembuatan kep
utusan seperti keputusan
terhadap perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan
penilaian. Pengambilan
keputusan dari suatu masalah, baik itu masalah yang
sederhana maupun yang
kompleks, diperlukan informasi,informasi yang menye
luruh dan akurat, kemampuan
menganalisa dan mengolah informasi serta metode pen
yelesaian yang tepat.
Perusahaan memanfaatkan sistem pendukung keputusan
untuk membantu
dalam pemecahan suatu masalah berdasarkan analisis
untuk menentukan alternatif
pemecahan suatu masalah secara cepat, tepat dan aku
rat. PT. Pika Media Komunika
merupakan suatu perusahaan yang bergerak dalam bida
ng warung internet.
Perusahaan memiliki kesulitan dalam menentukan loka
si yang tepat untuk pendirian
warnet yang sesuai dengan keinginan perusahaan. Unt
uk itu perusahaan memerlukan
alat bantu dalam menentukan lokasi yang tepat untuk
pendirian warnet dengan
mempertimbangkan beberapa kriteria yang ditetapkan
oleh perusahaan tersebut.
Proses penentuan lokasi pendirian warnet berdasarka
n pada 5 (lima) kriteria
yaitu : jarak dengan pondokan mahasiswa <100 m, jar
ak dengan sarana pendidikan <
2 Km, jarak dengan BTS (
Base Transciever Station
) maksimal 12 Km, pesaing dan
luas bangunan. Hasil dari proses ini berupa tahapan
rangking alternatif lokasi sebagai
rekomendasi bagi pengambil keputusan untuk menentuk
an lokasi yang paling tepat
sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh p
engusaha warnet. Setiap lokasi
memiliki nilai yang berbeda,beda terhadap kriteria
yang ditetapkan.
Penentuan lokasi warnet yang baik memerlukan alat b
antu yang tepat, yang
menggunakan komputer sebagai suatu sarana yang dapa
t membantu sumber daya
manusia untuk mendapatkan banyak informasi secara c
epat dan akurat dengan suatu
metode dan penghitungan matematis yang pasti yaitu
metode
Analytical Hierarchy
Process
(AHP). Metode ini dapat memberikan
alternative
pilihan. Pada dasarnya
Analytical Hierarchy Process
(AHP) merupakan suatu metode untuk memecahkan
suatu masalah yang kompleks dan tidak terstruktur k
e dalam suatu kelompok,
kelompoknya, mengatur kelompok tersebut ke dalam su
atu
hierarchy
, memasukkan
nilai numerik sebagai pengganti persepsi manusia da
lam melakukan perbandingan
relatif dan akhirnya dengan suatu sintesa ditentuka
n elemen mana yang mempunyai
prioritas tertinggi. Tetapi perlu diingat bahwa sis
tem pendukung keputusan hanya
untuk memberikan alternatif pilihan bukan untuk men
entukan keputusan akhir.
Sistem pendukung keputusan untuk menentukan lokasi
pendirian warnet perlu
dibuat karena perusahaan memerlukan alat bantu untu
k mengatasi masalah,masalah
yang mereka hadapi. Masalah tersebut adalah tidak a
danya alat bantu dalam
menentukan lokasi yang tepat untuk pendirian warnet
, karena penentuan lokasi warnet
yang selama ini dilakukan hanya dengan cara konvens
ional atau kira,kira saja tanpa
adanya suatu metode dan penghitungan matematis yang
pasti dan belum
terkomputerisasi. Sehingga manajer PT. Pika Media K
omunika merasa kesulitan
dalam menentukan lokasi yang tepat untuk pendirian
warnet. Selain itu, warung
internet yang menjamur dimana,mana sering tidak mem
perhatikan kestrategisan
lokasi yang ditempati, sehingga berpengaruh pada pe
rkembangan warnet itu sendiri.
Tidak adanya penentuan lokasi yang tepat dalam pend
irian warnet
mengakibatkan jumlah konsumen warnet yang tidak opt
imal bahkan dampak yang
paling buruk adalah gulung tikar. Untuk itu, pengus
aha warnet yang ada harus
memperhatikan kriteria,kriteria penentuan lokasi, s
ehingga dapat bertahan ditengah
persaingan antar warnet yang begitu pesat. Untuk me
mpermudah dalam menentukan
lokasi warnet yang sesuai dengan kriteria yang diin
ginkan oleh pengusaha warnet
dibutuhkan suatu program aplikasi sistem pendukung
keputusan yang menggunakan
sistem komputer sehingga dapat membantu dalam penga
mbilan keputusan secara
cepat, tepat dan akurat. Sistem dimaksud bernama Ap
likasi sistem pendukung
keputusan penentuan lokasi pendirian warnet dengan
metode
Analytical Hierarchy
Process
(AHP).
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, rumusan
masalahnya sebagai
berikut :
a. Bagaimana membangun aplikasi Sistem Pendukung Ke
putusan untuk menentukan
lokasi pendirian warnet dengan metode
Analytical Hierarchy Process
(AHP)
berdasarkan kriteria yang diinginkan oleh pengusaha
warnet?
b. Apakah system yang dibangun sesuai dengan kebutu
han para pebisnis dalam
mengembangkan usaha jenis warnet ? 
Contoh Kasus dengan Model AHP
1.
Langkah pertama menyusun hirarki
Membuat struktur hirarki yang dimulai dengan memasu
kkan kriteria (
criteria
),
nilai, lokasi.
2.
Langkah kedua membandingkan elemen
a.
Menetapkan nilai perbandingan berpasangan
Perbandingan dilakukan berdasarkan menajemen dari p
engambilan keputusan
dengan menilai tingkat kepentingan suatu elemen lai
nnya. Langkah,
langkahnya adalah :
1)
Menetapkan perbandingan berdasarkan, elemen,elemen
dibandingkan
berpasangan terhadap suatu elemen level baris atas
dengan level kolom
kiri. Bentuk perbandingan ini menggunakan matriks y
ang dinamakan
pairwise comparison
.
2)
Nilai dialog matriks yaitu perbandingan suatu eleme
n dengan elemen itu
sendiri diisi dengan bilangan satu.
3)
Selalu bandingkan elemen pertama dari suatu pasanga
n (elemen di kolom
kiri matriks) dengan elemen kedua (elemen di baris
puncak) dan hitung
nilai bobot prioritasnya dengan skala penilaian per
bandingan berpasangan
[13] yang nilainya 1 sampai 9.
4)
Dilakukan perbandingan elemen yang kedua (elemen ba
ris puncak)
contoh banyak tidaknya usaha warnet yang telah ada
dilokasi tersebut,
dengan elemen yang pertama (elemen di kolom kiri ma
triks) contoh dekat
dengan pondokan mahasiswa, begitu seterusnya sampai
selesai.
b.
Menghitung bobot prioritas elemen
Setelah matriks selesai diisi kemudian dilakukan si
ntesis pertimbangan
terhadap matriks tersebut. Dengan melakukan suatu p
embobotan dan jumlah
untuk menghasilkan suatu bilangan tunggal yang menu
njukkan prioritas
setiap elemen. Langkah,langkah tersebut sebagai ber
ikut :
1)
Menjumlahkan nilai,nilai setiap kolom pada matriks.
2)
Membagi setiap masukan pada setiap kolom dengan jum
lah pada kolom
tersebut yang bersesuaian. Jadi setiap item pada ko
lom pertama dibagi
dengan jumlah kolom pertama dan seterusnya.
3)
Jumlahkan semua nilai dalam setiap barisnya.
4)
Bagi jumlah nilai setiap baris tersebut dengan bany
aknya elemen.
c.
Langkah ketiga mengukur konsistensi
Konsistensi jawaban dalam menetukan prioritas eleme
n merupakan prinsip
pokok yang akan menentukan validitas data dari hasi
l pengambilan
keputusan. Konsistensi sampai kadar tertentu dalam
menetapkan prioritas
untuk elemen,elemen atau aktivitas yang berkenaan d
engan beberapa kriteria
adalah perlu untuk memperoleh hasil yang sahih dala
m dunia nyata. AHP
mengukur konsistensi menyeluruh dari berbagai perti
mbangan kita melalui
rasio konsistensi. Nilai konsistensi harus 10% atau
kurang, jika ini lebih dari
10%, pertimbangan itu mungkin agak acak dan perlu d
iperbaiki. Perhitungan
konsistensi didasarkan pada nilai
consistency ratio
(CR) yang didapat dari
perbandingan antara
consistency index
(CI) dengan
random index
(RI) . Nilai
RI berdasarkan tabel 2 : 
Tabel 1.
Random Index Untuk Beberapa Orde Matrik
Orde Matrik 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
RI 0 0 0,5
8
0,9
0
1,1
2
1,2
4
1,3
2
1,4
1
1,4
5
1,4
9
Langkah,langkah perhitungan uji konsistensi (CR) :
1)
Kalikan seluruh masukan kolom pertama metriks denga
n bobot prioritas
elemen pertama, kolom kedua dengan prioritas elemen
kedua dan
seterusnya.
2)
Jumlahkan setiap barisnya.
3)
Membagi setiap jumlah perbaris dengan prioritas rel
atif yang bersesuaian.
4)
Jumlahkan hasil bagi diatas dan kemudian dibagi lag
i dengan banyaknya
elemen. Hasil proses ini disebut dengan λ
max
atau
eugen value
.
5)
Consistency Index
(CI)
CI = ( λ
max
, n ) / (n,1), dimana n merupakan banyaknya elemen.
6)
Hitung nilai
Consistency Rasio
(CR)
CR = CI / RI , dimana
Random Index
(RI) merupakan nilai acak CI untuk
suatu orde matrik.
Contoh Kasus
: Perusahaan yang bergerak dalam bidang warung int
ernet
yaitu PT. Pika Media Komunika ingin melakukan prose
s penentuan lokasi
pendirian warnet, dalam proses ini pihak perusahaan
menetapkan 5 (lima) kriteria
seperti terlihat dalam tabel 3, dengan syarat setia
p lokasi harus memenuhi kriteria
yang ditetapkan. Dari beberapa kriteria yang diteta
pkan, perusahaan melakukan
perbandingan antara kriteria yang satu dengan krite
ria yang lainnya sesuai skala
perbandingan. Setelah itu baru melakukan perbanding
an terhadap masing,masing
kriteria, dari hasil perbandingan kriteria dibuat m
atriks perbandingan kriteria
untuk menghitung bobot prioritas, setelah itu dihit
ung konsistensinya, langkah
selanjutnya dari hasil perbandingan lokasi terhadap
masing,masing kriteria dibuat
matriks perbandingan alternatif lokasi berdasarkan
kriteria untuk menghitung
bobot prioritas yang berfungsi untuk melihat lokas
i mana yang paling
berpeluang, setelah diketahui bobot prioritas krite
ria dan bobot prioritas lokasi
terhadap masing,masing kriteria baru dihitung bobot
prioritas global, cara
manualnya sebagai berikut.
Tabel 2.
Kriteria,Kriteria Yang Ditetapkan Perusahaan
No Kriteria
Kode /
Singkatan
1 Jarak dengan pondokan mahasiswa <100 m
A
2 Jarak dengan sarana pendidikan <2 Km
B
3 Jarak dengan BTS (
Base Transciever Station
, peralatan untuk
menyediakan/memudahkan komunikasi tanpa kabel yang
berfungsi untuk menerima
dan memancarkan sinyal ) maksimal 12 Km
C
4 Pesaing
Jumlah warnet yang ada di sekitar lokasi (dalam jar
ak 250 m) maksimal ada 2 buah
warnet.
D
5 Luas bangunan
Luas bangunan ( p & l ) minimal 6x8 m atau 48 m2.
Minimal memuat 10 komputer.
E
Pertama,tama menyusun hirarki dimana diawali dengan
tujuan, kriteria
dan alternatif,alternatif lokasi pada tingkat palin
g bawah. Selanjutnya
menetapkan perbandingan berpasangan antara kriteria
,kriteria dalam bentuk
matrik. Nilai diagonal matrik untuk perbandingan su
atu elemen dengan elemen
itu sendiri diisi dengan bilangan (1) sedangkan isi
nilai perbandingan antara (1)
sampai dengan (9) kebalikannya, kemudian dijumlahka
n perkolom. Data matrik
tersebut seperti terlihat pada tabel 3.
Tabel 3.
Matriks Perbandingan Kriteria
Setelah terbentuk matrik perbandingan maka dilihat
bobot prioritas untuk
perbandingan kriteria. Dengan cara membagi isi matr
iks perbandingan dengan
jumlah kolom yang bersesuaian, kemudian menjumlahka
n perbaris setelah itu
hasil penjumlahan dibagi dengan banyaknya kriteria
sehingga ditemukan bobot
prioritas seperti terlihat pada tabel 4.
Tabel 4.
Matriks Bobot Prioritas Kriteria
A B C D E Jumlah Bobot Prioritas
A 1:3.6667 1: 4.5 3: 7.5 1: 4.3333 3:10 1.4257 0.28
51
B 1:3.6667 1: 4.5 2: 7.5 1: 4.3333 1:10 1.0924 0.21
85
C 1/3:3.6667 1/2:4.5 1: 7.5 1: 4.3333 2:10 0.7661 0
.1532
D 1: 3.6667 1:4.5 1: 7.5 1: 4.3333 3:10 1.1591 0.23
18
E 1/3:3.6667 1:4.5 1/2: 7.5 1/3:4.3333 1:10 0.5567
0.1113
Keterangan untuk semua tabel AHP yang ada tanda tit
ik dua ( : )
merupakan tanda bagi. Untuk mengetahui konsisten ma
triks perbandingan
dilakukan perkalian seluruh isi kolom matriks A per
bandingan dengan bobot
prioritas kriteria A, isi kolom B matriks perbandin
gan dengan bobot prioritas
kriteria B dan seterusnya. Kemudian dijumlahkan set
iap barisnya dan dibagi
penjumlahan baris dengan bobot prioritas bersesuaia
n seperti terlihat pada tabel
5.
Tabel 5.
Matriks Konsistensi Kriteria
Hitung λ Maksimum = ( 5.3627 + 5.2785 + 5.2995 + 5.
2745 + 5.1979 ) / 5
= 26.4130 / 5
= 5.2826 
Hitung CI = ( λ Maksimum – n ) / (n,1)
= ( 5.2826 – 5) / (5 – 1)
= 0.2826 / 4
= 0.0706
Hitung CR = CI/RI = 0.0706 / 1.12
= 0.0630, karena CR < 0.1 maka perbandingan konsist
en
100%.
Selanjutnya setelah menemukan bobot prioritas krite
ria, menetapkan nilai
skala perbandingan lokasi berdasarkan masing,masing
kriteria . Nilai skala sesuai
dengan kebijakan perusahaan. Langkah selanjutnya me
mbuat matriks
perbandingan alternatif lokasi berdasarkan kriteria
. Setelah terbentuk matriks
perbandingan lokasi berdasarkan kriteria maka dicar
i bobot prioritas untuk
perbandingan lokasi terhadap masing,masing kriteria
. Buat kriteria selanjutnya
dengan cara yang sama.
Matriks perbandingan alternatif lokasi warnet berda
sarkan pertimbangan
kriteria jarak dengan pondokan mahasiswa <100 m, te
rlihat pada tabel 6.
Tabel 6.
Matriks Perbandingan Alternatif Lokasi Warnet
Berdasarkan Pertimbangan Kriteria Jarak Dengan Pond
okan Mahasiswa < 100 m
A S1 S2 S3
S1 1 3 3
S2 1/3 1 2
S3 1/3 1/2 1
TOT JMLH 1.66 4.50 6.00
Matriks bobot prioritas lokasi warnet berdasarkan p
ertimbangan kriteria
jarak dengan pondokan mahasiswa <100 m, terlihat pa
da tabel 7.
Tabel 7.
Matriks Bobot Prioritas Lokasi Warnet
Berdasarkan Pertimbangan Kriteria Jarak Dengan Pond
okan Mahasiswa < 100 m
A S1 S2 S3 JUMLAH BOBOT
S1 1/ 1.66 3/ 4.5 3/ 6 1.7691 0.5896
S2 1/3 /1.66 1 /4.5 2/ 6 0.7544 0.2514
S3 1/3 /1.66 ½ /4.5 1/ 6 0.4766 0.1588
Matriks perbandingan alternatif lokasi warnet berda
sarkan pertimbangan
kriteria jarak dengan sarana pendidikan < 2 Km, ter
lihat pada tabel 8.
Tabel 8.
Matriks Perbandingan Alternatif Lokasi Warnet
Berdasarkan Pertimbangan Kriteria Jarak Dengan Sara
na Pendidikan < 2 Km
Matriks bobot prioritas lokasi warnet berdasarkan p
ertimbangan kriteria
jarak dengan sarana pendidikan < 2 Km, terlihat pad
a tabel 9.
 
Hitung CI = ( λ Maksimum – n ) / (n,1)
= ( 5.2826 – 5) / (5 – 1)
= 0.2826 / 4
= 0.0706
Hitung CR = CI/RI = 0.0706 / 1.12
= 0.0630, karena CR < 0.1 maka perbandingan konsist
en
100%.
Selanjutnya setelah menemukan bobot prioritas krite
ria, menetapkan nilai
skala perbandingan lokasi berdasarkan masing,masing
kriteria . Nilai skala sesuai
dengan kebijakan perusahaan. Langkah selanjutnya me
mbuat matriks
perbandingan alternatif lokasi berdasarkan kriteria
. Setelah terbentuk matriks
perbandingan lokasi berdasarkan kriteria maka dicar
i bobot prioritas untuk
perbandingan lokasi terhadap masing,masing kriteria
. Buat kriteria selanjutnya
dengan cara yang sama.
Matriks perbandingan alternatif lokasi warnet berda
sarkan pertimbangan
kriteria jarak dengan pondokan mahasiswa <100 m, te
rlihat pada tabel 6.
Tabel 6.
Matriks Perbandingan Alternatif Lokasi Warnet
Berdasarkan Pertimbangan Kriteria Jarak Dengan Pond
okan Mahasiswa < 100 m
A S1 S2 S3
S1 1 3 3
S2 1/3 1 2
S3 1/3 1/2 1
TOT JMLH 1.66 4.50 6.00
Matriks bobot prioritas lokasi warnet berdasarkan p
ertimbangan kriteria
jarak dengan pondokan mahasiswa <100 m, terlihat pa
da tabel 7.
Tabel 7.
Matriks Bobot Prioritas Lokasi Warnet
Berdasarkan Pertimbangan Kriteria Jarak Dengan Pond
okan Mahasiswa < 100 m
A S1 S2 S3 JUMLAH BOBOT
S1 1/ 1.66 3/ 4.5 3/ 6 1.7691 0.5896
S2 1/3 /1.66 1 /4.5 2/ 6 0.7544 0.2514
S3 1/3 /1.66 ½ /4.5 1/ 6 0.4766 0.1588
Matriks perbandingan alternatif lokasi warnet berda
sarkan pertimbangan
kriteria jarak dengan sarana pendidikan < 2 Km, ter
lihat pada tabel 8.
Tabel 8.
Matriks Perbandingan Alternatif Lokasi Warnet
Berdasarkan Pertimbangan Kriteria Jarak Dengan Sara
na Pendidikan < 2 Km
Matriks bobot prioritas lokasi warnet berdasarkan p
ertimbangan kriteria
jarak dengan sarana pendidikan < 2 Km, terlihat pad
a tabel 9.
Matriks perbandingan alternatif lokasi warnet berda
sarkan pertimbangan
kriteria luas bangunan, terlihat pada tabel 14.
Tabel 14.
Matriks Perbandingan Alternatif Lokasi Warnet
Berdasarkan Pertimbangan Kriteria Luas Bangunan
Matriks bobot prioritas lokasi warnet berdasarkan p
ertimbangan kriteria
luas bangunan, terlihat pada tabel 15.
Tabel 15.
Matriks Bobot Prioritas Lokasi Warnet
Berdasarkan Pertimbangan Kriteria Luas Bangunan
Setelah menemukan bobot dari masing,masing kriteria
terhadap lokasi
yang sudah ditentukan oleh pihak perusahaan, langka
h selanjutnya adalah
mengalikan bobot dari masing,masing kriteria dengan
bobot dari masing,masing
lokasi, kemudian hasil perkalian tersebut dijumlahk
an perbaris. Sehingga
didapatkan total prioritas global seperti pada tabe
l 16.
Tabel 16.
Matrik Total Prioritas Global
A B C D E
TTL PRIORITAS
GLOBAL
S1 0.5896 X
0.2851
0.5573 X
0.2185
0.4071 X
0.1532
0.4924 X
0.2318
0.6201 X
0.1113
0.5354
S2 0.2514 X
0.2851
0.3203 X
0.2185
0.3285 X
0.1532
0.3962 X
0.2318
0.2245 X
0.1113
0.3086
S3 0.1588 X
0.2851
0.1223 X
0.2185
0.2642 X
0.1532
0.1113 X
0.2318
0.1554 X
0.1113
0.1556
Berdasarkan hasil total prioritas global yang diper
oleh, maka dapat
diambil keputusan lokasi yang paling baik dalam pen
dirian cabang warnet adalah
lokasi S1 karena mempunyai total prioritas global t
ertinggi, yaitu 0.5354.
3. METODE PENELITIAN
Pada dasarnya untuk membangun SPK dikenal 8 tahap b
erikut:
a.
Perencanaan
Pada tahap ini yang paling penting dilakukan adalah
perumusan masalah serta
penentuan tujuan dibangunnya SPK. Langkah ini merup
akan langkah awal yang
sangat penting, karena akan menentukan pemilihan je
nis SPK yang akan dirancang
serta metode pendekatan yang akan dilakukan serta s
umber daya yang dibutuhkan.
b.
Penelitian
Penelitian berhubungan dengan pencarian data serta
sumber daya yang tersedia.
Pencarian data dilakukan dengan referensi buku,buku
yang terkait dengan topic 
penelitian baik melaluui browsing di internet maupu
n dengan literature pustaka dan
wawancara para ahli yang berkompeten dengan penelit
ian.
c.
Analisis
Analisis dalam tahap ini termasuk penentuan teknik
pendekatan yang akan
dilakukan serta sumber daya yang dibutuhkan. Terkn
ik perancangan yang
digunakan pemodelan proses, pemodelan data, dan des
ain sistem secara
konseptual. Selain itu menentukan model keputusan y
ang digunakan, yakni model
AHP, karena variabel kriteria yang digunakan kurang
dari 9 variabel ( kriteria).
d.
Perancangan
Pada tahap ini dilakukan perancangan dari ketiga su
bsistem utama SPK yaitu
subsistem basis data, subsistem model dan subsistem
dialog.
e.
Konstruksi
Tahap ini merupakan kelanjutan dari perancangan dim
ana ketiga subsistem yang
dirancang digabungkan menjadi suatu SPK.
f.
Implementasi
Tahap ini merupakan penerapan SPK yang dibangun. Pa
da tahap ini terdapat
beberapa tugas yang harus dilakukan yaitu
testing
, evaluasi, penampilan, orientasi,
pelatihan, dan penyebaran. Dalam penelitian ini sof
tware yang digunakan Delphi
7.0 dengan pengelolaan basis data Access. Untuk pen
gujian system yang dilakukan
secara uji
black box
dan uji
Alfa
.
g.
Pemeliharaan
Merupakan tahap yang harus dilakukan secara terus m
enerus untuk
mempertahankan keadaan sistem.
h.
Adaptasi
Dalam tahap ini dilakukan pengulangangan terhadap t
ahapan diatas sebagai
tanggapan terhadap perubahan kebutuhan ‘pengguna’.
4. HASIL DAN PEMBAHASAN
Tampilan menu utama seperti pada gambar 1 berikut:
Gambar 1
. Tampilan Menu Utama
 
5. SIMPULAN
a.
Dari penelitian yang telah dilakukan dihasilkan seb
uah perangkat lunak sistem
pendukung keputusan untuk proses penentuan lokasi p
endirian warnet dengan
menggunakan metode
Analytical Hierarchy Process
yang menggunakan bahasa
pemrograman
Borland Delphi
7.
b.
Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan terhadap
aplikasi sistem pendukung
keputusan penentuan lokasi pendirian warnet dapat d
isimpulkan bahwa sistem
yang dibuat dapat membantu manajer dalam pengambila
n keputusan secara cepat,
tepat dan lebih teliti dalam proses penentuan lokas
i pendirian warnet.
6. REFERENSI
[1] Royan Siti, 2004,
Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan Untuk Proses Pe
milihan
Manager Manager di PT.Hutahaean Pekanbaru Dengan Me
tode Analitical
Hierarchy Process
, Skripsi S1, Unuversitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
[2] Gunawan Agus, 2004,
Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan Untuk Penempata
n
Calon Tenaga Kerja
, Skripsi S1, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
[1] Alam J. Agus, 2003,
Membuat Program Aplikasi Menggunakan Delphi 6 Dan
Delphi 7
, Elex Media Komputindo, Jakarta
[2] Alam J. Agus, 2003,
Mengolah Database dengan Borland Delphi 7
, PT. Elex
Media Komputindo, Yogyakarta
[3] Ardiansyah, 2002,
Membangun Sistem Komputerisasi Laboratorium
Menggunakan Delphi
, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta
[4] Blackwell, R.D., Engel, J.F, Miniardi. Pw., 199
4,
Prilaku Konsumen Jilid 1
,
Binarapura, Jakarta
[6] Kadarsah Suryadi., Ir. M. Ali Ramdhani, M.T., 2
002,
SPK Suatu Wacana
Struktural Idealisasi Dan Implementasi Konsep Penga
mbilan Keputusan
, PT.
Remaja Rosdakarya Offset, Bandung